www.mamboteam.com
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Perdhaki Charitas Palembang Advertisement
Halaman Utama arrow Sejarah Palembang
Wednesday, 08 September 2010
 
 
Intro
Alasan mengapa perawat dibutuhkan -

Meskipun masih sangat sederhana, profesi perawat sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Bahkan banyak wanita terpandang yang berprofesi sebagai perawat. Misalnya, Elizabeth of Hungary (1207-1231) putri Raja Andrew II. Ia mengorganisasi pembagian makanan sewaktu terjadi kelaparan pada tahun 1226 dan setelah itu ia mengatur pembangunan rumah-rumah sakit. Di sana ia juga merawat para penderita lepra.

Sejarah keperawatan tidak dapat dipisahkan dari seorang tokoh wanita bernama Florence Nightingale, seorang wanita berkebangsaan Inggris yang bersama 38 orang perawat lainnya menata kembali rumah sakit militer di Scutari, pinggiran Kota Konstantinopel, selama berkecamuknya Perang Krim tahun 1853-1856. Kemudian organisasi-organisasi keperawatan terkemuka lainnya mulai bermunculan, misalnya pada tahun 1903, Agnes Karll mendirikan Organisasi Profesi Keperawatan Jerman.

Keberadaan profesi perawat sering dianggap biasa saja walaupun pada kenyataannya peranan perawat dalam pemeliharaan kesehatan sangat vital. Dewasa ini, perawat merupakan segmen profesi terbesar dalam bidang kesehatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa sekarang ada lebih dari 9 juta perawat dan bidan di 141 negeri. The Atlantic Monthly manyatakan bahwa "keperawatan merupakan perpaduan dari perhatian, pengetahuan dan keterandalan yang sangat penting bagi kelangsungan hidup pasien". Oleh karena itu sangatlah tepat jika kita mengajukan pertanyaan: "Mengapa perawat dibutuhkan dan apa jadinya jika tidak ada perawat?"

 

 







Investasi Pendidikan ? -

Pendidikan merupakan salah satu investasi jangka panjang, memerlukan modal besar, hasil tidak dapat segera dinikmati.

Untuk itu memilih pendidikan bukanlah hal yang mudah.Pilihlah lembaga pendidikan dan jurusan yang tepat. Tentunya sesudah lulus anda tidak ingin menjadi pengangguran. Harapan anda akan terpenuh bila anda mengikuti pendidikan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Perdhaki Charitas Palembang.

 







Peluang kerja lulusan STIKES Perdhaki Charitas Palembang -
  • 1. Kepala unit perawatan

 

  • 2. Tenaga pengajar

 

  • 3. Tenaga peneliti ilmu keperawatan/kebidanan

 

  • 4. Praktek mandiri sebagai bidan

 

  • 5. Usaha lain yang sesuai dengan bidang keperawatan dan kebidanan






Gambar Kami
live in.jpg
Sejarah Palembang PDF Print E-mail
Written by tiok   
Friday, 18 May 2007
Article Index
Sejarah Palembang
Page 2

Sejarah Palembang

Pengertian yang mendekati kenyataan adalah apa yang diterjemahkan oleh R.J.Wilkinson dalam kamusnya A Malay English Dictionary (Singapore, 1903): lembang adalah tanah yang berlekuk, tanah yang rendah, akar yang membengkak karena terendam lama di dalam air.
Menurut Kamus Dewan: lembah, tanah lekuk, tanah yang rendah, untuk arti lain dari lembang adalah tidak tersusun rapi, terserak-serak. Sedangkan menurut bahasa Melayu ¬Palembang, lembang berarti air yang merembes atau rembesan air. Arti Pa atau Pe menunjukkan keadaan atau tempat.

Menurut Sevenhoven2 Palembang berarti tempat tanah yang dihanyutkan ke tepi, sedangkan Stuerler3 menerjemahkannya sebagai tanah yang terdampar.
Pengertian Palembang tersebut kesemuanya menunjukkan tanah yang berair. lni tidak jauh dari kenyataan yang ada, bahkan pada saat sekarang, yang dibuktikan oleh data statistik tahun 1990, bahwa masih terdapat 52,24% tanah yang tergenang di kota Palembang.

Pelaut-pelaut Cina mencatat lebih realistis tentang kota Palembang, dimana mereka melihat bagaimana kehidupan penduduk kota yang hidup diatas rakit-rakit tanpa dipungut pajak. Sedangkan bagi pemimpin hidup berumah ditanah kering diatas rumah yang bertiang. Mereka mengeja nama Palembang sesuai dengan lidah dan aksara mereka. Palembang disebut atau diucapkan mereka sebagai Po-lin-fong atau Ku-kang (berarti pelabuhan lama).Setelah mengalami kejayaan diabad-abad ke-7 dan 9, maka dikurun abad ke-12 Sriwijaya mengalami keruntuhan secara perlahan-lahan. Keruntuhan Sriwijaya ini, baik karena persaingan dengan kerajaan di Jawa, pertempuran dengan kerajaan Cola dari India dan terakhir kejatuhan ini tak terelakkan setelah bangkitnya bangkitnya kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara. Kerajaan-kerajaan Islam yang tadinya merupakan bagian-bagian kecil dari kerajaan Sriwijaya, berkembang menjadi kerajaan besar seperti yang ada di Aceh dan Semenanjung Malaysia.



Last Updated ( Friday, 18 May 2007 )
 
Waktu
Event Kampus
Tidak ada informasi
Tampilan Penuh
Tambah Info
Browser Preference
Bookmark Website
Bookmark Page
Make homepage
Print Page
 
Top! Top!